Krisis ekonomi, akankah menguntungkan open source?

October 18, 2008 at 5:50 am (berita IT)

Sydney – Krisis ekonomi global yang mempengaruhi segmen kehidupan di dunia ternyata dinilai menjadi saat yang tepat oleh Red Hat, Sebuah penyedia teknologi open source besar di dunia untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. CEO Red Hat, Jim Whitehurst, mengungkapkan bahwa krisis ekonomi akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengkonsolidasikan infrastruktur teknologi mereka dan memangkas pengeluaran mereka, menurut Whitehurst di tengah hantaman krisis ini akan semakin banyak perusahaan yang melirik open source karena alasan ekonomis.

Berdasarkan analogi inilah akan lebih banyak lagi perusahaan yang memperhitungkan perangkat lunak open source sebagai pilihan berhemat namun tetap efisien.”Kabar buruknya adalah di saat segalanya menjadi terjepit, orang-orang akan berhenti berinvestasi. Saya mengharapkan, pengurangan pengeluaran ini akan mendatangkan fungsionalitas baru,” harap Whitehurst seperti diberitakan di cnet(18/10/2008)

Namun antusiasme yang diusung pimpinan Red Hat tersebut dinilai berlebihan oleh seorang analis dari Intelligent Business Research Services Kevin McIsaac. Menurutnya, trend sama sekali bukan tolak ukur yang cocok untuk menilai pangsa pasar sebuah perusahaan seperti yang dilakukan oleh Red Hat.

“Banyak pelanggan saya yang mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk produk Red Hat malah lebih tinggi ketimbang produk keluaran Oracle,” ujar McIsaac.

Berdasarkan penilaian tersebut, McIsaac lebih menyarankan, cara alternatif dalam mereduksi biaya bagi perusahaan yaitu dengan mengaudit ulang lisensi perusahaan, serta mememprioritaskan pada hal-hal yang penting saja namun tetap dalam porsi yang sesuai. (sumber : detikinet, okezone, cnet)


Post a Comment