Intel Produksi Solid State Kelas Enterprise
Sidoarjo – Intel mulai menyediakan solid-state drive (SSD) dengan performa tertinggi. Intel X-25E Extreme SATA Solid-State Drive, yang ditujukan untuk server, workstation dan sistem penyimpanan.
Tidak seperti drive mekanis, SSD tidak memiliki bagian yang bergerak, dan menggunakan teknologi 50nm single-level cell (SLC) NAND flash memory. Sistem yang menggunakan drive ini tidak akan mengalami bottleneck pada performa seperti yang terjadi dengan drive konvensional. Dengan pengurangan biaya infrastruktur secara menyeluruh, biaya untuk pendinginan dan energi, SSD dapat menekan total biaya kepemilikan untuk penggunaannya di perusahaan hingga lebih dari lima kali lipat.
“Performa hard disk drive tidak dapat mengikuti kemajuan sesuai Hukum Moore. SSD dengan performa tinggi dari Intel dapat memberikan performa sepenuhnya dari sistem berbasis processor Intel Xeon terbaru, sekaligus meningkatkan kehandalan dan menekan total biaya kepemilikan� dalam beragam penggunaan pada server dan storage,” ujar general manager Intel Server Platforms group Kirk Skaugen melalui keterangan resminya, Jumat (17/10/2008).
Intel X25-E meningkatkan performa server, workstation dan sistem penyimpanan 100 kali lipat dibanding hard disk drive yang diukur dari Input/Output Per Second (IOPS), sebagai satuan utama untuk performa storage. Storage yang menggunakan SSD juga dapat menekan biaya energi hingga lima kali lipat, sebuah tambahan keuntungan untuk perusahaan yang terfokus pada penghematan energi.
Menurut John Fowler, EVP Systems Group Sun Microsystems, teknologi solid-state drive akan mengubah keekonomisan dari pusat data pada sebuah perusahaan. Bahkan penggunaan SSD dengan sistem tersebut, dan Solaris ZFS dengan hybrid storage pool, adalah komponen penting pada Open Storage Initiative.
“Sun berharap dapat menawarkan kepada perusahaan sebuah solusi storage yang akan memberikan terobosan performa dari Intel High Performance Solid-State Drives dan memberikan peningkatan performa yang berarti sekaligus konsumsi daya yang hanya sepersekian dibanding jajaran hard disk tradisional,” ujarnya.
Produk ini dirancang untuk komputasi dengan beban kerja yang berat yang akan diuntungkan terutama dari performa cepat untuk random read dan write, seperti yang terukur pada IOPS. Spesifikasi teknis penting untuk Intel X-25E SATA SSD 32 GB, seperti 35.000 IOPS (4KB Random Read), 3.300 IOPS (4KB Random Write) dan read latency 75 microsecond. Dengan performa seperti ini, ditambah konsumsi daya rendah saat aktif sebesar 2,4 watt, atau sekira 14.000 IOPS per watt untuk performance/power output yang optimal. Produk ini juga menghasilkan sequential read speed hinga 250 megabytes per second (MB/s) dan 170 MB/s untuk sequential write speed, semuanya dihasilkan dalam form factor ringkas 2,5-inci.
Intel dapat mencapai terobosan performa ini dengan inovasinya seperti arsitektur 10-channel NAND dengan Native Command Queuing, controller dan firmware proprietary yang efisien untuk menentukan tingkat penggunaan dan low write amplification. X25-E 32GB memberikan keandalan data yang mengesankan, dapat menulis data hingga 4 petabytes (PB) selama tiga tahun (3,7 TB/hari), dan dua kali lipat untuk versi versi 64GB.
Drive dengan kapasitas 32GB sudah diproduksi dan ditawarkan seharga S695 untuk pembelian sejumlah 1.000 buah. Sampel untuk versi 64GB direncanakan tersedia kuartal Berita Terkait:
Tingkatkan Kebutuhan Ethernet, Intel Akuisisi NetEffect
Fokus Bersaing, AMD Pisahkan Unit Bisnis
SSD Terbaru Intel Berbasis Flash dan MLC
Generasi Baru Intel Hadirkan Virtualisasi PC Untuk Bisnis Kecil
Pindah ke AMD, Eks Karyawan Intel Curi Dokumen?
keempat dan diperkirakan akan diproduksi pada kuartal pertama 2009.(sumber: okezone)
Buku Pelajaran dan Multimedia Pembelajaran Gratis
Sidoarjo - Salah satu aktifis IlmuKomputer.Com, Eko Purwanto, telah membuat inovasi baru berupa buku pelajaran sekolah dan multimedia pembelajaran yang disebarkan secara gratis untuk masyarakat. CEO Webmedia Training Center yang sekaligus penganut faham open content ini berpendapat, “kebebasan yang hakiki adalah ketika kita berhasil membebaskan orang lain dari kebodohan dan ketergantungan. Workshop dan seminar gratis, tutorial gratis, multimedia pembelajaran gratis, dsb adalah sumbangan besar beliau bagi republik ini. Pengetahuan yang kita miliki adalah pinjaman dari rakyat, dan harus kita kembalikan kepada rakyat.”
Ketika Depdiknas harus ngos-ngosan mengeluarkan miliaran rupiah dana APBN untuk membeli royalti penulis buku pelajaran sekolah. Mas Eko, begitu sapa mesra Romi Satria Wahono founding father ilmukomputer.com beserta Tim Webmedia Training Center membuktikan bahwa cara gerilya dan swadaya tanpa tergantung APBN, adalah salah satu cara efektif dan efisien, dalam perdjoeangan menggratiskan buku pelajaran sekolah untuk masyarakat.
Buku pelajaran dan multimedia pembelajaran gratis bisa didownload dari IlmuKomputer.Com dan VideoBelajar.Com. Khusus untuk multimedia pembelajaran, di IlmuKomputer.Com sudah dibuatkan kategori khusus yaitu kategori Multimedia Pembelajaran.
Selamat kepada Eko Purwanto yang sudah memberikan sumbangsih besarnya kepada negeri ini. Semoga harapan besarnya untuk membebaskan orang lain dari kebodohan dan ketergantungan di negeri ini akan segera terwujud. (sumber : Romisatriawahono.net)
Krisis ekonomi, akankah menguntungkan open source?
Sydney – Krisis ekonomi global yang mempengaruhi segmen kehidupan di dunia ternyata dinilai menjadi saat yang tepat oleh Red Hat, Sebuah penyedia teknologi open source besar di dunia untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. CEO Red Hat, Jim Whitehurst, mengungkapkan bahwa krisis ekonomi akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengkonsolidasikan infrastruktur teknologi mereka dan memangkas pengeluaran mereka, menurut Whitehurst di tengah hantaman krisis ini akan semakin banyak perusahaan yang melirik open source karena alasan ekonomis.
Berdasarkan analogi inilah akan lebih banyak lagi perusahaan yang memperhitungkan perangkat lunak open source sebagai pilihan berhemat namun tetap efisien.”Kabar buruknya adalah di saat segalanya menjadi terjepit, orang-orang akan berhenti berinvestasi. Saya mengharapkan, pengurangan pengeluaran ini akan mendatangkan fungsionalitas baru,” harap Whitehurst seperti diberitakan di cnet(18/10/2008)
Namun antusiasme yang diusung pimpinan Red Hat tersebut dinilai berlebihan oleh seorang analis dari Intelligent Business Research Services Kevin McIsaac. Menurutnya, trend sama sekali bukan tolak ukur yang cocok untuk menilai pangsa pasar sebuah perusahaan seperti yang dilakukan oleh Red Hat.
“Banyak pelanggan saya yang mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk produk Red Hat malah lebih tinggi ketimbang produk keluaran Oracle,” ujar McIsaac.
Berdasarkan penilaian tersebut, McIsaac lebih menyarankan, cara alternatif dalam mereduksi biaya bagi perusahaan yaitu dengan mengaudit ulang lisensi perusahaan, serta mememprioritaskan pada hal-hal yang penting saja namun tetap dalam porsi yang sesuai. (sumber : detikinet, okezone, cnet)
1st, 2nd, 3rd semuts
Sidoarjo – Panas yang menjengahkan siang itu, ternyata tak menghanguskan azzam Rio untuk menghadiri “Semuts” 1st coordination n launch feeding information (s1cfi). Tidak juga Halim, jam sepuluh tepat ia telah memperlihatkan batang hidungnya. Siang itu kami bertiga benar-benar kepanasan dan kehausan, bukan dalam arti yang sebenarnya. Kami telah merasakan gerahnya menjadi makhluk yang “tidak tahu” tentang hakekat kehidupan terlebih lagi teknologi informasi, seolah menjadi bahan ejekan yang memalukan bahwa kami hidup di lingkungan intelektual kampus tapi tak mampu menunjukkan “rasa” kami serta berbagi sumber ilmu pengetahuan di negeri ini. Serta haus yang tentang ilmu pengetahuan yang semakin hari rasanya telah menjadi “harta” yang sangat berharga.
Aku, Rio, Halim telah memulai langkah ringan menuju perubahan besar dalam kehidpan perkuliahan kami. Jikalau “Dari sini pencerahan bersemi” dan “Dari sini inovasi bersemi”, maka kami telah berjuang mempertahankan jati diri, sebagai all new staff.
Semuts Community “we r born to be different”